Minggu, 14 Juni 2026

AS Bakal Tetapkan 2 Geng Brasil Sebagai Organisasi Teroris

Tialoraya.id
Foto ilustrasi:Pixabay

Tialoraya.id- Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menetapkan dua geng kriminal terbesar di Brasil sebagai organisasi teroris. Langkah ini membuka peluang bagi AS untuk melakukan intervensi yang lebih agresif, menyusul adanya desakan dari pihak oposisi di Brasilia.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menetapkan geng Primeiro Comando da Capital (PCC) dan Comando Vermelho (CV) sebagai “Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus” pada Kamis (28/5/2026). Adapun penetapan resmi sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) direncanakan mulai berlaku pada 5 Juni mendatang.

“Pemerintahan Trump akan terus menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi bangsa kita dan kepentingan keamanan nasional kita dengan mencegah peredaran narkoba ilegal di jalanan dan mengganggu aliran pendapatan yang mendanai teroris narkoba yang melakukan kekerasan,” ujar Rubio dalam keterangannya.

Menurut Rubio, kedua kelompok tersebut merupakan organisasi kriminal paling kejam di Brasil. Pengaruh dan jaringan mereka kini telah meluas ke seluruh wilayah Amerika Latin hingga mencapai Amerika Serikat.

PCC dan CV selama ini dikenal sebagai rival dalam memperebutkan rute perdagangan narkoba dan pengaruh di dalam penjara-penjara Brasil. Keduanya mendominasi peredaran barang haram di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Rencana AS ini langsung memicu kekhawatiran dari pemerintahan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Pihak istana selama ini berupaya menghindari label teroris tersebut, karena cemas hal itu dapat membuka jalan bagi tindakan militer AS atau sanksi sepihak terhadap bank-bank Brasil yang tanpa disadari bertransaksi dengan anggota geng.

Menanggapi pengumuman tersebut, penasihat kebijakan luar negeri utama Presiden Lula, Celso Amorim, memberikan reaksi hati-hati namun tegas.”Kerja sama internasional sangat disambut baik, terutama dalam topik-topik seperti pencucian uang dan perdagangan senjata. Namun, menggunakannya sebagai dalih untuk intervensi tidak dapat diterima,” tegas Amorim.

Langkah agresif AS ini tidak lepas dari lobi politik kubu oposisi Brasil. Dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Donald Trump di Washington minggu ini, Senator Brasil Flavio Bolsonaro mengaku bahwa dirinyalah yang meminta AS untuk memberi label teroris kepada kedua geng tersebut. Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro, saat ini sedang mempersiapkan diri untuk maju dalam pencalonan presiden Brasil dengan restu sang ayah.

Para ajudan sang senator, yang juga sempat bertemu dengan Marco Rubio, tidak menampik bahwa isu ini sengaja diangkat untuk meningkatkan perhatian pemilih terhadap masalah kejahatan menjelang pemilihan presiden Brasil pada Oktober mendatang. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk menonjolkan kedekatan dan keselarasan politik mereka dengan pemerintahan Trump di AS.