Selasa, 21 Juli 2026

Update Gempa Buol: 1 Pasien RSUD Mokoyurli Meninggal, Sejumlah Bangunan Rusak

Update gempa buol
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026) sekitar pukul 21.46 WIB. (Foto:istimewa)

Buol, Tialoraya.id– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam (12/7/2026) sekitar pukul 21.46 WIB. mengakibatkan satu orang pasien di RSUD Mokoyurli meninggal saat proses evakuasi usai gempa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, menuturkan bahwa selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik serta rumah warga.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berjarak 37 kilometer arah timur laut Buol dengan kedalaman 21 kilometer. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Asbudianto mengatakan kerasnya guncangan menyebabkan warga berhamburan keluar rumah, dan melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dinilai lebih aman, di antaranya ke Gunung Kali dan Kelurahan Kulango.

Selain itu, gempa juga merusak sejumlah infrastruktur. Fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain Kantor Mall Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Kabupaten Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi Leok 2, serta beberapa rumah warga di Lingkungan Bundo Kelurahan Kali dan kawasan Leok 2.

Menyikapi situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat bersama Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Buol langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

“Saat ini, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh para korban terdampak meliputi tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, peralatan bayi, pakaian untuk lansia, genset, terpal, serta bantuan biaya perbaikan rumah yang rusak,” kata Asbudianto.

Situasi akhir dilaporkan sudah berangsur aman dan kondusif. Sebagian besar masyarakat yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi susulan.