Selasa, 16 Juni 2026
Daerah  

Kombes Pol Pribadi Sembiring Tegaskan Perang Melawan Narkoba Butuh Sinergi Seluruh Elemen

Kombes Pol Pribadi Sembiring
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba”, di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad), Kamis (11/06/2026). (Foto:Istimewa)

PALU, TIALORAYA id- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Universitas Tadulako (Untad) untuk memperkuat sinergi dalam memerangi bahaya peredaran gelap narkotika.

Komitmen ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba” yang digelar di Auditorium Fakultas Teknik Untad, Kamis (11/6/2026).

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri yang diwakili oleh Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut.

Turut hadir, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, yang juga menjabat sebagai Kaposko Pusat Studi Kepolisian Untad.

Pantauan di lokasi, forum ini menjadi wadah diskusi penting antara kalangan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum.

Mereka duduk bersama merumuskan formula terbaik menghadapi ancaman narkoba yang masih menjadi tantangan serius khusnya di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam pemaparannya, Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan jalur hukum semata.

“Penanganan permasalahan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan,” ujar Kombes Pol Pribadi Sembiring.

Menurutnya, perguruan tinggi seperti Untad memiliki posisi yang sangat strategis. Kampus diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda, sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat dan produktif sebagai benteng pertahanan dari jeratan narkotika.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly mengapresiasi kolaborasi antara dunia akademik dan kepolisian. Menurutnya, kampus adalah laboratorium peradaban yang punya dampak besar bagi masyarakat.

“Melalui forum diskusi seperti ini, kita dapat menyatukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah yang lebih efektif. Kampus memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Sirajuddin.

Ia juga menambahkan, kehadiran polisi di dalam kampus merupakan bentuk komitmen bersama untuk menumbuhkan kesadaran hukum bagi generasi muda.

“Kami berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata. Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng Prof. Zainal Abidin. Selain itu, tampak hadir para dekan di lingkungan Untad, jajaran dosen, ratusan mahasiswa, serta tamu undangan lainnya yang antusias mengikuti jalannya diskusi hingga selesai.