PARIMO, TIALORAYA.id- Bencana banjir melanda Dusun 5 Kaduwe, Desa Tabolobolo, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pada Jumat (12/6). Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam air hingga mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Tabolobolo bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Langkah ini diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa bahan bangunan. Pemdes Tabolobolo mendistribusikan semen, seng, dan besi. Tak hanya dari pemerintah, warga setempat juga turut menunjukkan kepedulian dengan menyumbangkan kayu untuk membantu tetangga mereka yang tertimpa musibah.
Kepala Desa Tabolobolo, Asral, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus membantu warga dalam memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang banjir. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat melalui sumbangan kayu menjadi bukti solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi musibah.
“Bantuan ini merupakan hasil musyawarah bersama sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada warga terdampak banjir. Semoga dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima tialoraya.id, Sabtu (13/6/2026).
Di samping menyalurkan bantuan, Asral juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat memicu banjir susulan. Warga diminta untuk terus menjalin koordinasi dengan pemerintah desa dalam upaya penanggulangan bencana.
Lebih lanjut, Pemdes Tabolobolo berharap kondisi warga terdampak banjir ini juga dapat menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong.
“Dukungan dan bantuan lanjutan dari instansi terkait dinilai sangat diperlukan untuk membantu pemulihan pascabencana, khususnya untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan kehilangan sebagian harta benda akibat banjir,” pungkasnya





