Selasa, 16 Juni 2026

Harga Pertamax Naik, Menkeu Pastikan Dampak ke Inflasi Relatif Minim

Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(https://Instagram.com/@menkeuri)

JAKARTA, TIALORAYA.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green tidak akan memberikan dampak signifikan pada inflasi.

Menurut Purbaya, kedua jenis BBM nonsubsidi tersebut mayoritas digunakan oleh kendaraan pribadi dan bukan digunakan oleh armada angkutan barang atau sektor logistik. Sehingga kenaikan BBM nonsubsidi jenis tersebut per 10 Juni 2026 juga tidak akan berpengaruh banyak ke inflasi.

“Dampaknya harusnya relatif minim, karena Pertamax enggak dipakai buat angkutan barang,” ujar Purbaya di kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Purbaya juga meyakinkan publik bahwa kenaikan tersebut tidak perlu dikhawatirkan bakal merembet pada lonjakan kenaikan angkutan barang dan angkutan umum.

“Dampaknya ke inflasi harusnya limited, karena kan bukan buat angkutan umum kan. Angkutan barang juga nggak pakai (Pertamax),” ucapnya.

Diketahui Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian harga terbaru untuk sejumlah BBM nonsubsidi, khususnya jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Berdasarkan informasi resmi, harga Pertamax RON 92 kini menjadi Rp 16.250 per liter dari harga sebelumnya sebesar Rp 12.300 per liter.

Kenaikan harga pada Pertamax Green RON 95 dari Rp12.900 per liter, kini menjadi Rp17.000 per liter.

BBM subsidi Pertalite masih tetap di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Kemudian untuk harga BBM nonsubsidi lainnya, yaitu Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.