Sigi, Tialoraya.id- Sebanyak 40 personel TNI AL Komando Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palu diterjunkan untuk membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Untuk memudahkan koordinasi bantuan dan penanganan bagi warga terdampak, Lanal Palu bergerak cepat mendirikan posko penanggulangan bencana di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Lanal Palu turut menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter atau sekitar 5 ton air untuk didistribusikan kepada warga Desa Ueneni yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat infrastruktur yang rusak pascagempa.
Guncangan gempa bermagnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) meninggalkan kerusakan masif di sejumlah titik permukiman. Beberapa rumah warga dilaporkan roboh menyisakan puing-puing material yang sempat menutup akses jalan dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Pada Rabu (17/6/2026) malam, puluhan personel Satgas TNI AL bahu-membahu melaksanakan pembersihan puing-puing bangunan rumah yang roboh di Desa Uenuni. Setelah memastikan pembersihan di pemukiman berjalan tertib dan aman, tim kemudian bergerak menangani pagar bangunan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) yang hampir roboh akibat guncangan gempa.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, karena struktur pagar sudah tidak stabil dan setiap saat bisa roboh menimpa rumah-rumah warga yang berada tepat di sebelahnya. Tanpa membuang waktu, personel segera merobohkan pagar tembok tersebut dan memastikan pagar tersebut tidak lagi membahayakan keselamatan jiwa warga sekitar.
Komandan Lanal (Danlanal) Palu Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, yang memantau langsung jalannya kegiatan di lapangan menyampaikan bahwa kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah bencana adalah bagian tak terpisahkan dari tugas dan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.
“Bagi TNI Angkatan Laut, tugas kami tidak hanya berhenti pada menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Lebih dari itu, kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri,” ujar Kolonel Ali Wardhana
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan, karena kekuatan terbesar kita dalam bangkit dari bencana adalah persatuan dan gotong royong kita semua,” pungkasnya.





