PALU, TIALORAYA.id- Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengungkapkan bahwa persoalan HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius bagi ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Saat ini, Kota Palu masih menempati posisi pertama dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hal tersebut disampaikan Imelda saat menjadi narasumber dalam Simposium Edukasi HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh eLSAM Universitas Tadulako (Untad) di Conference Room Fakultas Ekonomi Untad, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, serta ratusan mahasiswa dan civitas akademika. Dalam paparannya, Imelda membeberkan data terbaru yang menunjukkan adanya tren peningkatan kasus dalam waktu singkat.
“Dua minggu lalu ketika saya berada di Vatulemo, data yang saya terima masih 2.022 kasus. Sekarang datanya sudah 2.024 kasus, artinya terdapat penambahan dua kasus baru,” ujar Imelda.
Di satu sisi, Imelda mengaku senang karena kenaikan angka tersebut menjadi bukti bahwa proses skrining dan pelacakan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berjalan efektif. Namun di sisi lain, ia tidak menampik rasa sedihnya.
“Ini tidak boleh dipandang enteng. Memang di satu sisi Kota Palu merupakan ibu kota provinsi dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk para perantau dan mahasiswa dari berbagai daerah yang datang untuk menempuh pendidikan. Namun kondisi ini harus kita antisipasi bersama,” katanya
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palu telah menjalankan berbagai program pencegahan dan edukasi, termasuk melalui pelibatan para duta dan relawan yang turun langsung ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya serta pencegahan HIV/AIDS.
Imelda juga mengaku prihatin ketika pertama kali menerima laporan terkait kasus HIV/AIDS di Kota Palu, termasuk adanya penderita yang telah terpapar sejak usia sekolah dasar.
“Saya sedih ketika pertama kali disampaikan laporan terkait kasus AIDS. Bahkan ada yang mengidapnya sejak usia SD. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya
Karena itu, Wakil Wali Kota Imelda mengajak kalangan mahasiswa untuk turut mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui berbagai ide, inovasi, dan kegiatan edukasi yang menyasar generasi muda.
“Caranya adalah dengan berkolaborasi. Ketika kalian memiliki ide, mari kita sama-sama bergerak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari mahasiswa, akademisi, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar kita dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Palu,” ungkapnya
Melalui simposium tersebut, diharapkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai HIV/AIDS semakin meningkat, sehingga dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kota Palu.





