Selasa, 16 Juni 2026

Nelayan Asal Parigi Ditemukan Selamat Setelah Terombang-ambing 21 Jam di Laut

Nelayan di Parigi
Seorang nelayan bernama Fano (35) yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh saat perjalanan pulang dari memancing di perairan Parigi, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (8/6/2026). (Foto: Humas Polres Parimo)

PARIGI MOUTONG, TIALORAYA.id- Seorang nelayan bernama Fano (35) yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh saat perjalanan pulang dari memancing di perairan Parigi, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (8/6/2026).

Korban diketahui merupakan warga Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Parigi Moutong IPTU Noldy Wiliam Sualang, korban berangkat melaut pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

“Saat perjalanan kembali menuju daratan, korban yang bertindak sebagai juru mudi perahu diduga terjatuh ke laut tanpa diketahui rekannya, Iki (12), yang berada di bagian depan perahu dan sempat tertidur,” kata IPTU Noldy Wiliam Sualang

Ia menambahkan, sesampainya di darat, rekan korban bernama Iki langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga. pencarian kemudian dilakukan bersama masyarakat menggunakan tiga perahu nelayan Senin (8/6), pukul 11.30 WITA.

“Menerima informasi tersebut, Sat Polairud Polres Parigi Moutong langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait lainnya untuk bergerak melakukan penyisiran. Upaya pencarian melibatkan 3 personel Basarnas, 2 personel Sat Polairud Polres Parigi Moutong, 2 personel Ditpolairud Polda Sulteng, 1 personel TNI AL, serta 8 warga sekitar,” sambungnya

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 14.00 WITA, korban berhasil ditemukan berada di atas sebuah rumpon dalam kondisi selamat, namun mengalami kelelahan dan lemas setelah terombang-ambing di tengah laut selama 21 jam.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi guna mendapatkan penanganan medis.

Lebih lanjut, IPTU Noldy Wiliam Sualang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara personel Sat Polairud, Basarnas, Ditpolairud Polda Sulteng, TNI AL, pemerintah setempat, dan masyarakat nelayan yang bergerak cepat melakukan pencarian” ujarnya

“Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi pencarian gabungan resmi dinyatakan selesai,” tutupnya