Selasa, 16 Juni 2026

Banjir Bandang Landa Buol Sulteng, 708 Jiwa Terdampak

Banjir Buol Sulteng
Banjir bandang melanda Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng). (foto:istimewa)

BUOL, TIALORAYA.id- Banjir bandang melanda Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), Bencana ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (5/6/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, banjir tersebut mengakibatkan ratusan jiwa terdampak serta memutus jembatan penghubung antardesa.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan bahwa terdapat empat desa di Kecamatan Bukal yang terdampak akibat bencana ini, yaitu Desa Mulat, Desa Mopu, Desa Bungkudu, dan Desa Potangoan.

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Bungkudu. Di wilayah tersebut, banjir merendam 91 unit rumah yang dihuni oleh 130 kepala keluarga atau sekitar 455 jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan tanggul sungai jebol dan memutus jembatan penghubung jalan desa, sehingga mobilitas warga terganggu.

Sementara itu di Desa Mulat, sebanyak 45 unit rumah warga yang dihuni 53 kepala keluarga atau 193 jiwa terendam banjir, termasuk satu unit Masjid. Untuk Desa Mopu, tercatat ada 12 unit rumah dengan total 25 kepala keluarga atau 60 jiwa yang terdampak.

Adapun untuk data kerusakan di Desa Potangoan, pihak terkait hingga saat ini masih melakukan pendataan di lapangan.

Meski merendam ratusan rumah dan merusak infrastruktur, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat bencana ini.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol.

“Tim TRC sudah siaga di lokasi untuk memantau perkembangan dan membantu warga serta mendata seluruh dampak bencana,” ujar Asbudianto dalam keterangan resminya yang diterima tialoraya.id, Sabtu (6/6).

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan warga di empat desa terdampak saat ini adalah logistik penanggulangan bencana, perbaikan tanggul sungai, serta pembuatan saluran pembuangan air. Khusus untuk Desa Bungkudu, pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas utama guna memulihkan akses transportasi desa yang terputus.

“Kondisi banjir di beberapa titik sudah mulai surut. warga setempat mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah masing-masing,” tutup Asbudianto